Puisi

Knowledge is Power

Kumpulan Puisi Pahlawan

Oleh : Bintang Taufik,
Sunday, February 19th, 2012
Kumpulan Puisi Pahlawan Reviewed by Bintang Taufik on . Tentang Kumpulan Puisi Pahlawan the

Demi menghargai para pahlawan, blogbintang.com memutuskan menulis kumpulan puisi tentang pahlawan. Baik itu untuk pahlawan kemerdekaan nasional, tanpa tanda jasa, dan bahkan yang tak dikenal. Dan semoga generasi muda Indonesia dengan adanya ini dapat memperkuat kebanggaan akan tanah airnya. Tapi jangan lupa bahwa setiap manusia memiliki pahlawannya sendiri yaitu  ibu, nah bagi bro yang merasa […]

Demi menghargai para pahlawan, blogbintang.com memutuskan menulis kumpulan puisi tentang pahlawan. Baik itu untuk pahlawan kemerdekaan nasional, tanpa tanda jasa, dan bahkan yang tak dikenal. Dan semoga generasi muda Indonesia dengan adanya ini dapat memperkuat kebanggaan akan tanah airnya.

Tapi jangan lupa bahwa setiap manusia memiliki pahlawannya sendiri yaitu  ibu, nah bagi bro yang merasa ibunya yang menjadi pahlawan, bisa lihat puisi untuk ibu. Oh jangan lupa sang penyair terkenal chairil anwar juga memiliki puisi yang memberikan penghormatan tentang jasa pahlawan.

Dan seperti yang telah disebutkan oleh blogbintang.com diatas, bahwa kami juga mengapresiasi pahlawan tanpa tanda jasa, bagi bro yang ingin melihat kumpulan puisi tentang mereka bisa lihat di puisi ibu guru. Jadi disii blogbintang.com berusapa untuk memberikan perhatian kepada semua pihak.

Kembali ke kumpulan puisi tentang para pahlawan negara Indonesia ini. Disini kami memiliki banyak sekali puisi tentang pahlawan, yang blogbintang.com dapatkan dari berbagai sumber baik itu profesional sampai amatir.

Puisi 17 Agustus 1945
oleh: Ade Sanjaya

17 Agustus 1945
Hari Ini Aku berdiri Menghadap sang saka
Hentak beraniku Menyonsong cita ku
Suci jiwaku menggapai harapan ku

Aku Anak Bangsa Indonesia
Suara lantang Menyuarakan
Merdeka Merdeka Merdeka
Majulah Indonesiaku

17 Agustus 1945
Hari ini Hari Kemerdekaan indonesia
Hari Kebangsaan indonesia
Hari Lahirnya Bangsa Indonesia

Semangat Juang Para Pahlawan
Gugur damai di medan Perang
Harum Nama mu di kandung badan
Merdeka Merdeka Merdeka
Jaya lah Indonesia Ku
———————————–

Puisi Pahlawan – KAU MELEBUR DI SANA
: pahlawan

kau melebur di sana
di permulaan musim gerhana
yang terselubung aroma darah
dan tanah yang berembun air mata

kau melebur di sana
kala sang surya mengelupaskan kulit kami
hingga kawanan peluhmu yang siaga
menghalau kepulan debu
yang mengepung dari negeri asing

kau melebur di sana
saat air bah berlarian
memanjati hamparan tanah usang
dengan jeritan malang
serta busung lapar

kau melebur di sana
saat air mata telah mengguruh menjadi telaga
hingga timba yang kau ayunkan
menandaskan kepingan dahaga
yang merintih di setiap gigir luka kami

Pekanbaru, 2010
———————————————-

Dan berikut ini adalah kumpulan puisi untuk pahlawan lainnya yang berhasil ditemukan blogbintang.com

INDONESIAKU

Malang nasibmu, Indonesiaku…
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku…
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata “hai penguasa…! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku”
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku…
mereka berebut kekuasaan…

Salam Puisi Kemerdekaan….

Pahlawan

Oleh: Seno Aji Airlangga*

Di balik dawai dia berjasa,

Bersembunyi namun terdengar,

Pengantar alunan tanpa terpandang,

Deretan nada tercipta oleh getaran,

Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian,

Sekarang, alunan tercipta indah,

Mengalun tenang dan menidurkan,

Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan,

Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan,

Nikmat, nikmat, dan nikmat..

Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..

Kawan… ingatkah kalian akan pahlawan?

Tambahan 2 puisi yang diambil dari berbagai sumber

Judul Puisi: “Untuk Pahlawan Negeriku ”

Untuk negeriku…
Hancur lebir tulang belulangku
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Kurela demi tanah air negeriku
Sangsaka merah berani
Putih suci
Melambai-lambai ditiup angin
Air mata bercucuran, menganjungkan doa
untuk pahlawan negeri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya
Hanya jasamu bisa kulihat
Hanya jasamu bisa kukenang
Tubuhmu hancur hilang entah kemana
Demi darahmu ….
Demi tulangmu ..
Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia.

Karya: Nurfitri
Siswi Kls I SMAN I Pangkalan Kuras, Pelalawan

Semangat Pahlawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan

Tak menyerah patah arang

Tak gentar medan kau lawan

Bersorak-sorai tanda kemenangan

Letih raga kau rasa

Jatuh tanda tak kalah

Di sini ku kan berdoa

Bangkit hadapi menyerang lawan

Tak dengar caci mereka

Berjalan, Tuhan akan berkata

Hamba bersujud berharap

Mentari senyum tanda melawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan

Walau tulang tak lagi menyatu

Tapi jiwa berkata beda

Semangat maju takkan luntur

Kini, mimpi telah usai

Tapi cita takkan berhenti

Perjalanan hidup panjang di sini

Semangat pahlawan kembali

Ciptaan: Risang Raditya A

 

Dan berikut ini adalah kumpulan dari puisi pahlawan yang berasal dari pujangga besar tanah air Chairil Anwar.

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

(1948)

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Jika bro sekalian memiliki puisi untuk dipersembahkan kepada para pahlawan kita, terserah untuk pahlawan kemerdekaan, pahlawan yang tidak dikenal atau guru kita sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Silahkan saja bro, untuk menambah koleksi kumpulan kami. Tuliskan ya melalui form komentar ini….

Komentar Lewat Facebook

20 thoughts on “Kumpulan Puisi Pahlawan

  1. Bagus bnGet..
    puisi’a inDaH dan sDah dPat mnyNtuH kedLaM jiWa.
    terhanyut bnget…..*-*

  2. asal kalian tauya piisiyang kalian buat itutuh yak sebandin puisi yang aku buat tau makanya kalo mau bikin puisi itutuhya harus konfirmasi dulu sama ahlinya biar kelihatan bagus kaya pusi chairil anwar

  3. pahlawan

    kau adalah pembela kebenaran
    demi indonesia kau bersatu
    melawan penjajah kau hiraukan

  4. PAHLAWANKU

    Hai pahlawanku,
    darah mengucur di sekujur tubuhmu..
    Keringat telah membasuh badanmu
    tapi..
    Bambu runcing tetap kukuh
    suara berteriak tangan menombak
    tak pandang peluru tak pndang paku
    asal Indonesiaku
    tetap bersatu
    kau tegar, tak pantang mundur
    kau sabar, tak akan kabur
    demi Indonesia
    demi putra dan putri bangsa masa akan datang
    kau bangkit,..
    Demi nama Indonesia Merdeka
    Merdeka, Merdeka, Merdeka
    kini hanya jasamu yang mampu ku lihat
    hanya jasamu yang tersisa
    tanpa nama
    tanpa balas

  5. pahlawan
    pahlawan…
    kau di sana berjuang…
    membela negara…
    tak gentar medan kau lawan…
    bersorak sorai tanda kemenangan…
    pahlawan…
    jatuh tanda tak kalah…
    bangkit hadapi menyerang lawan…
    kau rela demi tanah air…
    yang merdeka…
    pahlawan…
    jasamu akan ku kenang…
    tanpa jasa,beliau mengantar…
    ketentraman di keramaian…
    semangat juang para pahlawan…
    pahlawan…
    harum nama mu di kandung badan…
    merdeka merdeka itulah tanda kemenangan…
    bersatu adalah kuncinya…
    terima kasih pahlawan kau tak pernah kulupakan…
    12 nov 2012

  6. asli, bagus baget puisi.a,
    jadi bikin semangat lagi buat membela dan membangun indonesia,
    maju dan jaya indonesia,
    merdeka,

  7. PUISI
    inikah merdeka ??

    hati terus bertanya
    jiwa seakan bimbang
    melihat ,sang bumi pertiwi
    yang katanya telah merdeka

    apakah ini yang di katakan merdeka

  8. Pahlawanku
    Kau berjuang untuk bangsaku
    Kau serahkan jiwa ragamu
    Kau kerahkan seluruh waktumu
    Pahlawanku
    Kami selalu mendoakanmu
    Kami terus mengenangmu
    Untuk segala jasa-jasamu

  9. wahdu apiiik e rek puisi ne pahlawan iki kita harus menghargai jasa pahlawan kita indon
    esia

  10. Aku anak bangsa Indonesia
    suara lantang yang ku teriakkan
    Merdeka..Merdeka..Merdeka..

    Mungkin hampir 4 abad kita dijajah…
    Bercucuran keringat,,darah,,harta sekalipn nyawa..
    pertahankan merah putih tetap berkibar..
    Tirukan semangat Burung Garuda..
    seperti mencengkram sebuah mangsa…
    Jangan pernah menyerah..
    Bangkit,maju,serbu,,serang,terjang..
    Jangan biarkan mereka menghabisimu…
    Ayo!!!!!!!!!!!!!!! Indonesia Bangkit!!!!

  11. 17 Agustus
    Hari yang ditunggu-tunggu
    Sorak sorai menanti
    Diperjuangkan oleh para pahlawan
    Darah berkucur tiada henti

    dll….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>