Puisi Ibu Guru

Wanita kedua yang paling berjasa adalah ibu guru, karenanyalah kita bisa berhitung, membaca sampai membuat puisi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini bintang ingin menyampaikan kumpulan puisi guru untuk kamu sekalian. Ini adalah perasaan dari murid untuk orang-orang yang telah sangat berjasa kepada kita. Pertama-tama kita mulai dengan puisi yang menginginkan kesejateraan guru, silahkan disimak : Guru Sejahtera Lihatlah dan coba cermati Sosok yang datang di pagi sepi Pantalon dan Kemejanya rapi Bergesper gelap juga berdasi Sepatu mengkilap melangkah pasti Dengan laptop di tangan kiri Dan juga alat komunikasi Rambut tersisir berminyak wangi Aromanya, Hmm… seharum kesturi Lihatlah rumahnya, Yang tak jauh dari sekolah Sungguh bersih dan asri Warna cat, hiasan dan alam serasi Di halaman rumput hijau menghiasi Diselingi pohon rimbun di kedua sisi Garasi mobil di sebelah kiri Dengan tanaman pot mengelilingi Ada bangku-bangku diterasnya Yang banyak dipenuhi bunga-bunga Ada air mancur dan kolam Di mana ikan bergerombolan Di ruang dalam tak kalah juga Perabot sederhana yang apik tertata Ada ruangan luas satu saja Dan rak buku sungguh besarnya Aneka judul ribuan jumlah Komik, kamus aneka majalah Biologi, geografi juga sejarah Karya sastra, puisi, cerpen dan prosa Buku cerita anak, remaja, dan dewasa Beragam kliping dan ensiklopedia Deretan panjang hasil karya ilmiah Sungguh sumber ilmu semua isinya Ada juga media elektronika Yang membuat pelajaran berjiwa Peta benua semua ada Juga globe dan berbagai alat peraga Di situlah Ia siapkan pelajaran Dengan sungguh-sungguh persiapan Di depan kelas akan disampaikan Ilmu dengan aneka penyampaian Bagaimana murid-murid tak kaya Dengan ilmu yang akan diserapnya Seperti itulah semua rumah Yang dimiliki guru-guru daerah Mereka hidup dengan sejahtera Bersama istri dan anak-anaknya Karena jasa yang tiada tara Mengukir pribadi anak negri Dengan ilmu dan budi pekerti Mengasah akal dan menghias hati Sejak kecil hingga terbawa mati Sungguh balasan yang tak sepadan Meski dengan emas intan berlian Di negeri pertiwi ini, kita bahkan masih melihat banyak guru menderita dengan kekurangan gaji dan masih menghadapi masalah sekolah yang membutuhkan biaya yang banyak. Maka kita harus bersyukur seperti yang tertera dalam puisi dibawah ini : Terimalah aku yang ingin bersuci Terimalah baktiku untukmu Kau guru yang mulia Dan sungguh sempurna Mengajarkan kebersamaan Dan kasih sayang bagi semua Tak akan berpaling hatiku Dari teduhnya kasihmu Kau guru yang mulia Dan bijaksana Jalanmu terang bagi dunia Sungguh besar kasihmu, Ibu Guru agung maha bijaksana Kau ajarkan damai bagi dunia Aku semakin mencintaimu Puisi sudah lama menjadi karya sastra yang populer untuk menyatakan sebuah kisah cinta anak manusia. Dan seperti halnya pujangga yang selalu merenungkan nasib di sekumpulan kertas, kita juga harus memberikan sentuhan tersendiri kepada para wanita atau dengan kata lain ibu guru yang telah mengubah sesuatu yang ada menjadi ada. Dan inilah kumpulan puisi tentang mereka.. tentang jasa mereka.. Puisi Untuk Guru Orang kata guru itu penat Gaji tak seberapa kerja berlambak Aku kata guru itu rehat Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat Ilmu yang dicurah tak dapat disekat Makin dicurah makin mendekat Orang kata guru itu sungguh bosan Setiap tahun muka sama setiap bulan Aku kata guru itu singguh riang Sekali berkata murid ketawa girang Bila berjaya murid terus menjulang Jasa bakti tak pernah hilang Dan masih kurangkah kata-kata diatas, mari kita tambahkan saja dengan puisi dibawah ini... PUISI UNTUK SANG GURU Engkau bagaikan cahaya Yang menerangi jiwa Dari segala gelap dunia Engkau adalah setetes embun Yang menyejukan hati Hati yang ditikam kebodohan Sungguh mulia tugasmu Guru Tugas yang sangat besar Guru engkau adalah pahlawanku Yang tidak mengharapkan balasan Segala yang engkau lakukan Engkau lakukan dengan ikhlas Guru jasamu takkan kulupa Guru ingin ingin kuucapkan Terimakasih atas semua jasamu Tiada keindahan dalam puisi tapi makna yang terkandung didalamnyalah yang membuat semua itu terjadi, Seorang ibu dapat memberikan cinta kepada anak-anaknya, dan itu yang dilakukan seorang guru kepada muridnya. Mari kita renungkan dalam impian saat kita mengucapkan terima kasi kepada mereka dengan bercarik-carik puisi... Hmmm oh indahnya dunia ini.. SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA Allah ciptakan matahari, yang tak pernah bosan bersinar, seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami, wahai guruku...... Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam, seperti halnya engkau bu guru, yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias, seperti halnya engkau bu guru, yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya. Allah ciptakan bunga yang begitu harum, seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami, selama kami bermain dan belajar disekolah. Mengapa setiap orang mau menjadi guru, bukankah gajinya kecil. Ya itu memang benar, tapi uang bukan segalanya. Cinta adalah segalanya. Dan itu yang dilakukan guru kebanyakan, mereka melakukannya untuk untuk kesetiaan untuk pengabdian dan untuk kebanggan. Aku seorang guru. Lihatlah...seharian, aku telah diminta menjadi seorang aktor, teman, penemu barang hilang, psikologi, pengganti orang tua, penasihat, hakim, pengarah, motivator, dan pembimbing ruhani murid-muridku.. Meski tersedia peta, grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku. Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan, karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar, Dan itulah akhir dari kumpulan puisi yang diambil dari berbagai sumber ini, sebuah kata terima kaish saja tidak cukup, cukup berikan saja puisi anda, dan katakahlah terimakasih kepada ibu guru. Salam cinta untuk cinta.

Komentar Puisi Ibu Guru Lewat Facebook

Comments

  1. says

    sosok guru sosok yang tidak dapat di ungkap kan dengan kata-kata….pengabdian yang sangat tulus…